Mencoba membebaskan diri,,,
Mendekatkan diri kepada Sang Maha Bijaksana
Tapi sampai detik ini layaknya ijin keramaian dari berwenang
Tak kunjung pula mau turun tanpa permainan dahulu
Masih saja hidup ini bermain dengan waktu dan tatanan
Dan sampai matahari tenggelam mereka pun tak pulang
Walau para ibunya sudah meneriakkan "pulang!!!"
Padahal kebohongan ini lelah,,,,
Jiwa ini meringkuk di sudut hati memeluk kedua kaki,,,
Mencoba menahan gerah di pekatnya rasa dingin,,,
Keheningan begitu memekakkan telinga hati,,,
Sang tawa dan senyum hanya berjoget di balik dinding,,,
Tapi yang dipertunjukkan badan ke dunia berbeda
Seakan merasa manusia paling besar
Paling benar kan segala persepsi akan saat
Bukankah seharusnya kesadaran menyatakan berhenti
Karena hak tuk jawaban bukan di kehendak
Dan benar salah di dunia ini ada dalam kotak rahasia
Yang mungkin khan dibuka di ujung waktu (atau tidak sama sekali??!)
Di depan layar yang trus berganti
Sesosok "ke_akuan" yang mengikis angkuhnya hati
Menunggu ijin dari_Nya dengan "kehendak mutlak_Nya"
Saat sang waktu lelah tuk menjatuhkan
Sang tatanan dunia akan nilai kepastian luluh
Saat sebuah ketulusan bidadari hadir dengan senyum
Tanpa batasan karena penilaian dunia
"aku khan menunggu, bertahan, dan tak akan lari dari aku"
Karena aku bersyukur telah "berbeda"
Bukan berarti aku "cacat"
Tapi aku "berbeda" dalam menilai hidup ini
Maaf,,,,,
1 komentar:
setiap masalah dalam hidup selalu menuntut kita agar trs belajar sehingga bisa mengerti kehidupan dari sisi yg berlainan..dan semakin matang dan dewasa dalam perjalanan berikutnya..
bidadari itu pasti akan datang bila sang waktu tepat untuk menjawab. lelah trs bertanya..krn semua itu akhirnya hanya ada dalam kuasaNya..
yakinlah bahwa sebenarnya bidadarimu jg sedang menunggu di pertemukan denganmu oleh sang waktu..
sabaaaaaar.....
Poskan Komentar