Merindukan pesan kesederhanaan dari cermin sang bunda
Dalam kehidupan tantangan bak sahabat sejati yang memeluk erat
Yang tak pernah tersenyum melihat harapannya terwujud
Yang begitu canggung menghadapi semua masalah
Dari sudut tempatnya bersujud tak pernah lelah melantunkan doa
Bukan tuk indahnya gemerlap kehidupan tanpa batas
Berharap secuil harapan terwujud tanpa terputus
Kesanggupan luar biasa melukiskan senyum anak dan cucunya
Merasa kecil saat melihat karyanya di kehidupan
Karya kami belum mampu mengukir senyum dalam tidurnya
Masih terbatas senyum tuk membahagiakan kami
Sore menjadi saksi kekacauan dan ketidakstabilan
saat dalam peraduan beliau masih menanggung dunia
masih tak jenak melihat esok yang masih sama
tanpa sandaran tuk merehatkan lelahnya
Bangunkan kami bunda
Belailah kepedulian kami
Sesakkan rasa maaf kami
Buatlah dirimu bersimbah dengan syukur
Life Always Learn Isn't It??
Apa yang menyeruak di balik sebuah rasa (apa pun bentuknya) mencoba menemukannya dalam sebuah imaji tertulis, dan biarkan seribu persepsi hadir akan maknanya. Karena aku tak butuh "kepastian", aku cuma ingin "percaya" dan "tumbuh"
Senin, 15 Agustus 2016
Senin, 24 Mei 2010
Stimulus Tanpa Batas
Melewati celah kecil yang menyeruak diantara rimbunnya kekacauan pikiran
Diriku yang yang kukenal ternyata tak mampu mengenalnya
Sapaan yang menyentil degup jantung jiwaku yang penuh kekacauan
Sejenak aku masih juga tak mengerti dan tak begitu bershabat
Semua ucapan sangat kontradiktif dengan tingkah laku yang masih penuh tanya
Dibayangi pekatnya cerita bidadari yang mengajarkan kebijaksanaan
Rasa takutku terbuai dengan begitu hebatnya dalam semua rencana
Meminggul harapan yang dibungkus penuh dengan teka-teki kehidupan
Di penghujung momentum keputusan aku masih mencari rangkaian bentuk
Penantian panjang menuju berlabuhnya semua asa dalam wujud doa
Mencoba menghirup udara, memandangi kembali sang langit luas
Menyadari kegelisahan itu berjatuhan di pangkuan hati sang bunda
Tenggelam ke dalam perubahan musim menyambut bersahajanya mimpi
Meletakkan kedua telapak membasuh muka menyelesaikan syukur
Melanjutkan langkah dengan trus menundukkan keangkuhan
"tak ada keajaiban yang kucari, ku hanya merangkai semua makna"
Diriku yang yang kukenal ternyata tak mampu mengenalnya
Sapaan yang menyentil degup jantung jiwaku yang penuh kekacauan
Sejenak aku masih juga tak mengerti dan tak begitu bershabat
Semua ucapan sangat kontradiktif dengan tingkah laku yang masih penuh tanya
Dibayangi pekatnya cerita bidadari yang mengajarkan kebijaksanaan
Rasa takutku terbuai dengan begitu hebatnya dalam semua rencana
Meminggul harapan yang dibungkus penuh dengan teka-teki kehidupan
Di penghujung momentum keputusan aku masih mencari rangkaian bentuk
Penantian panjang menuju berlabuhnya semua asa dalam wujud doa
Mencoba menghirup udara, memandangi kembali sang langit luas
Menyadari kegelisahan itu berjatuhan di pangkuan hati sang bunda
Tenggelam ke dalam perubahan musim menyambut bersahajanya mimpi
Meletakkan kedua telapak membasuh muka menyelesaikan syukur
Melanjutkan langkah dengan trus menundukkan keangkuhan
"tak ada keajaiban yang kucari, ku hanya merangkai semua makna"
Rabu, 27 Januari 2010
"selesaikan buaian"
Perkenalkan aku pada garis yang menghubungkan
Jangan asingkan pemahaman atas stimulus pekat
Biarkan dimensinya berkembang membentuk ruang
Mewujudkan ketetapan yang tak hentinya berkembang
Takjubkan aku akan bersinarnya energi dunia di ufuk
Dalam hela nafas melepas sisa detoksifikasi
Sekat-sekat rencana terurai bersama kesadaran
Memberikan perintah pada syaraf tuk membangunkan aku
Saat dunia memulai melaksanakan pembakaran massal
Langit dipenuhi uraian pesan dan perintah
Sadarkan aku bahwa tak cukup dengan terbawa
Tumbuhkan dimensi yang berbeda dan mampu terisi
Masih tergambar dalam siluet bergerak secara terus menerus
Sering kali terlena dan menghilang dalam pattern ilmu logika sederhana
Stimulus psikis melankolis membendung ledakan langkah hisap
Jangan biarkan menjadi dinding abu-abu yang besar
"perlahan tanamkan sehingga aku mampu"
Jangan asingkan pemahaman atas stimulus pekat
Biarkan dimensinya berkembang membentuk ruang
Mewujudkan ketetapan yang tak hentinya berkembang
Takjubkan aku akan bersinarnya energi dunia di ufuk
Dalam hela nafas melepas sisa detoksifikasi
Sekat-sekat rencana terurai bersama kesadaran
Memberikan perintah pada syaraf tuk membangunkan aku
Saat dunia memulai melaksanakan pembakaran massal
Langit dipenuhi uraian pesan dan perintah
Sadarkan aku bahwa tak cukup dengan terbawa
Tumbuhkan dimensi yang berbeda dan mampu terisi
Masih tergambar dalam siluet bergerak secara terus menerus
Sering kali terlena dan menghilang dalam pattern ilmu logika sederhana
Stimulus psikis melankolis membendung ledakan langkah hisap
Jangan biarkan menjadi dinding abu-abu yang besar
"perlahan tanamkan sehingga aku mampu"
Belajar Dari Keangkuhan
Lantunan lirik yang mencoba menjelaskan
tak terdengar tapi terlihat memperdengarkan
Sesungguhnya lebih baik tak perlu dudukdi depanku
karena keberadaan itu sungguh memuakkan
Saat langit dan bumi dipahami bukan sebagai dunia yang sama
tapi secara diam berteriak mengakui kehidupan
Menempatkan kerendahan hati sebagai tameng berbentuk kebenaran
ironis menyatakan euforia kebahagiaan yang diharapkan
Tak menyisakan setitik pun prasangka
Bila saatnya nanti menanti itu berujung
dan pembelajaran memberikan kesungguhan hak penuh
Tak sabar tersenyum dalam euforia
Dan sesungguhnya percaya itu tak terbatas
Tak memungkiri fluktuasi itu tetap menyertai kekal
membuka sisi kemanusiaan yang telah belajar
"belajar dari keangkuhan"
tak terdengar tapi terlihat memperdengarkan
Sesungguhnya lebih baik tak perlu dudukdi depanku
karena keberadaan itu sungguh memuakkan
Saat langit dan bumi dipahami bukan sebagai dunia yang sama
tapi secara diam berteriak mengakui kehidupan
Menempatkan kerendahan hati sebagai tameng berbentuk kebenaran
ironis menyatakan euforia kebahagiaan yang diharapkan
Tak menyisakan setitik pun prasangka
Bila saatnya nanti menanti itu berujung
dan pembelajaran memberikan kesungguhan hak penuh
Tak sabar tersenyum dalam euforia
Dan sesungguhnya percaya itu tak terbatas
Tak memungkiri fluktuasi itu tetap menyertai kekal
membuka sisi kemanusiaan yang telah belajar
"belajar dari keangkuhan"
Sabtu, 17 Oktober 2009
Prasasti Tak Berjudul
Bukan lagi sesuatu hal yang pantas tuk diperdendangkan
Artinya hanya melewati masa demi masa meninggalkan goresan abadi
Selamat tuk norma kehidupan yang menghantarkan nilai kehormatan
Pemenuhan tentang arti surga dan letaknya di dunia begitu sempurna
Udara diseliling berderik retak terlihat membuka dunia baru
Keheningan berteriak memekakkan nurani yang tak mampu mengatasi waktu
Indera suara terkulai lemah mengucapkan kelu kesah
Dan kerendahan hati mengukir semua dalam syukur dan doa
Dalam lambat laun aliran air, bak sehelai daun begitu ikhlas dituntunkan
Bersama lapuknya kamboja di pekarangan
Rerumputan subur meninggi yang tak sempat terpotong
Kicau perkutut yang mulai parau dalam sangkar lusuh
Menikmati setiap hela nafas yang menjadi bagian pribadi lama
Setelah tetes kopi terakhir dalam cangkir
Diikuti denting cangkir dengan alasnya yang dilingkari sisa kopi
Melangkah perlahan menuju peristirahatan
Peristirahatan yang meninggalkan semua di belakang
Peristirahatan yang ditandai dengan "prasasti tak berjudul"
Artinya hanya melewati masa demi masa meninggalkan goresan abadi
Selamat tuk norma kehidupan yang menghantarkan nilai kehormatan
Pemenuhan tentang arti surga dan letaknya di dunia begitu sempurna
Udara diseliling berderik retak terlihat membuka dunia baru
Keheningan berteriak memekakkan nurani yang tak mampu mengatasi waktu
Indera suara terkulai lemah mengucapkan kelu kesah
Dan kerendahan hati mengukir semua dalam syukur dan doa
Dalam lambat laun aliran air, bak sehelai daun begitu ikhlas dituntunkan
Bersama lapuknya kamboja di pekarangan
Rerumputan subur meninggi yang tak sempat terpotong
Kicau perkutut yang mulai parau dalam sangkar lusuh
Menikmati setiap hela nafas yang menjadi bagian pribadi lama
Setelah tetes kopi terakhir dalam cangkir
Diikuti denting cangkir dengan alasnya yang dilingkari sisa kopi
Melangkah perlahan menuju peristirahatan
Peristirahatan yang meninggalkan semua di belakang
Peristirahatan yang ditandai dengan "prasasti tak berjudul"
Sabtu, 25 Juli 2009
"puzzle bintang"
Dalam 4 kali bulan mengelilingi bumi tempat kita berpijak
Terima kasih tuk menambahkan kebijaksanaan
Masjid agung karawang tempat singgah di kala kumadang maghrib
Sajadah yang menemani aku mjd "imam" (non mukhrim) tuk pertama kali
(Alhamdulillah dan terima kasih tuk kesempatannya)
Tuk pizza hut yang aneh karena ada di kota kecil ini
Time zone yang menyajikan "pemukul" penghantar kesal
Zone 2000 dengan lempar bolanya dan bonuznya tuk pertama dalam seumur hidup
(btw : mw diapain tuch ticket2)
Halte karaba, sang hujan, dan bus bogor yang tak kunjung sampai (fiuh,,,,)
Alfa serta pulpy orange (knp bulirnya tambah dikit ya?)
Makanan laut yang membuatku begitu senang melihatnya
Ice cream yang menakjubkan kala memberikan senyum
Satelit di atas sana yang menyambungkan sinyal kita
(thank's u/ teknologi informasi,,, awesome)
Sofa depan tv tempat terbitnya bintang di langitku
Trans pakuan, boquare, ipb, ipb restaurant (tak tau namanya), perpus, sobat bintang (Tia, Erwin, Teh Dian, Ibu)
Tolong jaga bintang dan harapannya di sana ya,,,
Udara dan dingin jaga kesehatan bintang, jangan bikin bintang sesak nafas lagi ya,,,
Jalanan menuju cikampek yang menakjubkan (lubang, macet, dan truck)
"bad things" yang menjadikan ketidaksempurnaan
Multiply; Pelukis Mimpi yang mengijinkan keajaiban singgah
Semoga keajaiban itu khan merangkai naskahnya dalam keabadian atas ijin Allah
_tjheecheese_
Terima kasih tuk menambahkan kebijaksanaan
Masjid agung karawang tempat singgah di kala kumadang maghrib
Sajadah yang menemani aku mjd "imam" (non mukhrim) tuk pertama kali
(Alhamdulillah dan terima kasih tuk kesempatannya)
Tuk pizza hut yang aneh karena ada di kota kecil ini
Time zone yang menyajikan "pemukul" penghantar kesal
Zone 2000 dengan lempar bolanya dan bonuznya tuk pertama dalam seumur hidup
(btw : mw diapain tuch ticket2)
Halte karaba, sang hujan, dan bus bogor yang tak kunjung sampai (fiuh,,,,)
Alfa serta pulpy orange (knp bulirnya tambah dikit ya?)
Makanan laut yang membuatku begitu senang melihatnya
Ice cream yang menakjubkan kala memberikan senyum
Satelit di atas sana yang menyambungkan sinyal kita
(thank's u/ teknologi informasi,,, awesome)
Sofa depan tv tempat terbitnya bintang di langitku
Trans pakuan, boquare, ipb, ipb restaurant (tak tau namanya), perpus, sobat bintang (Tia, Erwin, Teh Dian, Ibu)
Tolong jaga bintang dan harapannya di sana ya,,,
Udara dan dingin jaga kesehatan bintang, jangan bikin bintang sesak nafas lagi ya,,,
Jalanan menuju cikampek yang menakjubkan (lubang, macet, dan truck)
"bad things" yang menjadikan ketidaksempurnaan
Multiply; Pelukis Mimpi yang mengijinkan keajaiban singgah
Semoga keajaiban itu khan merangkai naskahnya dalam keabadian atas ijin Allah
_tjheecheese_
Jumat, 24 Juli 2009
"wide sky without a star"
Before i can wake up to face my fate
My lostrous took after my dream surrounding droughty grass
Against the time to faught with my hope
Imagine cloud and sky in the night grasp their hand wish for the star
Praying with modesty hope the wisdom can drop in just for a while
But world keep in silence override to give explanation
Found reality that this is just about self hope
Loop in same meaning and 'cause
Finally i justified in unperfect condition of thinking
Turn my opinion in to different ways about respect
Realize that they are never win over their fearness
Heavenly destiny choose to place me into the other side
Turn one's head and my past waving there
Remain that i impair in these place
Turn back my head, drooped, with lowlines of heart
Say "Alhamdulillah" and "Thank's for time"
Then i must wake up and smile
I will waiting for a "real star"
_tjheecheese_
My lostrous took after my dream surrounding droughty grass
Against the time to faught with my hope
Imagine cloud and sky in the night grasp their hand wish for the star
Praying with modesty hope the wisdom can drop in just for a while
But world keep in silence override to give explanation
Found reality that this is just about self hope
Loop in same meaning and 'cause
Finally i justified in unperfect condition of thinking
Turn my opinion in to different ways about respect
Realize that they are never win over their fearness
Heavenly destiny choose to place me into the other side
Turn one's head and my past waving there
Remain that i impair in these place
Turn back my head, drooped, with lowlines of heart
Say "Alhamdulillah" and "Thank's for time"
Then i must wake up and smile
I will waiting for a "real star"
_tjheecheese_
Langganan:
Postingan (Atom)