Jemariku tak mampu berhenti bergetar
Sesakku terikat dalam sebuah definisi sakit
Terkadang sadarku mengatakan aku tak kan pernah berhak
Atas pemahaman penghapusan itu
Aku dan jiwa yang menemaninya lelah tak terkira
Tapi aku juga tak kunjung menemukan titik henti
Bukan kehendak_Nya yang kupertanyakan
Aku mempertanyakan sebuah aku saat ini
Dan karena kebodohan definitif bias yang terurai
Ada beribu rangkaian sejenak yang belum usai
Sang waktu menemaninya dengan begitu anggun dan sabar
_cis_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar