Selasa, 16 September 2008

_PEMANTIK RASA_

Hadir sekilas melintas angan
Datang dengan air mata rapuhnya
Membangunkan aku dari tempat aku berpersepsi
Mengajarkan tentang makna keseimbangan
Antara rasa dan logika kemanusiaan
Mengisi layar matahari senja di ujung langit
Dengan keanggunan dan mata terpejamnya

Sejenak aku sadar ‘mungkin’ hanya “petuah rasa”
Yang memantik “keinginan” tuk terus hidup
Mengembalikan lembaran putih nafasku

Satu lagi bintang yang mungkin tak tergapai
Setidaknya bintang itu meninggalkan kebijaksanaan
Dalam kata dan warna pemahaman
Sesaat masih mau menemani dalam lelah malam
Walau dalam dunia tanpa bentuk
Sesaat ingin kulantunkan ‘terima kasih’
Namun terasa kelu di ujung lidah
Karena aku takut kehilangan persepsiku
Tentang makna keindahan
Sekali lagi,,,
Biarlah,,,,
Kehidupan ini mengukir takdirnya
Yang selalu “bermakna hidup”

1 komentar:

Anonim mengatakan...

takdir itu memang bikin hidup lebih hidup kok bro...