Melewati celah kecil yang menyeruak diantara rimbunnya kekacauan pikiran
Diriku yang yang kukenal ternyata tak mampu mengenalnya
Sapaan yang menyentil degup jantung jiwaku yang penuh kekacauan
Sejenak aku masih juga tak mengerti dan tak begitu bershabat
Semua ucapan sangat kontradiktif dengan tingkah laku yang masih penuh tanya
Dibayangi pekatnya cerita bidadari yang mengajarkan kebijaksanaan
Rasa takutku terbuai dengan begitu hebatnya dalam semua rencana
Meminggul harapan yang dibungkus penuh dengan teka-teki kehidupan
Di penghujung momentum keputusan aku masih mencari rangkaian bentuk
Penantian panjang menuju berlabuhnya semua asa dalam wujud doa
Mencoba menghirup udara, memandangi kembali sang langit luas
Menyadari kegelisahan itu berjatuhan di pangkuan hati sang bunda
Tenggelam ke dalam perubahan musim menyambut bersahajanya mimpi
Meletakkan kedua telapak membasuh muka menyelesaikan syukur
Melanjutkan langkah dengan trus menundukkan keangkuhan
"tak ada keajaiban yang kucari, ku hanya merangkai semua makna"