Sabtu, 17 Oktober 2009

Prasasti Tak Berjudul

Bukan lagi sesuatu hal yang pantas tuk diperdendangkan
Artinya hanya melewati masa demi masa meninggalkan goresan abadi
Selamat tuk norma kehidupan yang menghantarkan nilai kehormatan
Pemenuhan tentang arti surga dan letaknya di dunia begitu sempurna
Udara diseliling berderik retak terlihat membuka dunia baru
Keheningan berteriak memekakkan nurani yang tak mampu mengatasi waktu
Indera suara terkulai lemah mengucapkan kelu kesah
Dan kerendahan hati mengukir semua dalam syukur dan doa

Dalam lambat laun aliran air, bak sehelai daun begitu ikhlas dituntunkan
Bersama lapuknya kamboja di pekarangan
Rerumputan subur meninggi yang tak sempat terpotong
Kicau perkutut yang mulai parau dalam sangkar lusuh
Menikmati setiap hela nafas yang menjadi bagian pribadi lama

Setelah tetes kopi terakhir dalam cangkir
Diikuti denting cangkir dengan alasnya yang dilingkari sisa kopi
Melangkah perlahan menuju peristirahatan
Peristirahatan yang meninggalkan semua di belakang
Peristirahatan yang ditandai dengan "prasasti tak berjudul"