Minggu, 26 Oktober 2008

_aku tak terus jatuh_

Selintas ruang aku memang terjatuh
Semua warna dalam rangkaian kata
Membentuk lukisan keterpurukanku
Tapi 'cicis' hanya mencoba menghargai
Bukan berarti aku terus terjun bebas
Alhamdulillah aku juga belajar kok
Aku jadi lebih ingin memahami
Tentang tatanan duniawi
Tentang tatanan surgawi
Dan bagaimana aku di sana
Allah juga Sang Maha Memahami kok,,,,
Jadi perjalanan ini tak akan berhenti
Sakit atau apalah itu namanya adalah cara
Cara Dia begitu memperhatikan
Thank's My Lord

Sabtu, 18 Oktober 2008

_ada_

Sang waktu begitu kejamnya
Mengijinkan semua moment datang
Datang di saat aku sedang di atas
Dan datang saat aku sedang terjatuh

Sang pertanyaan juga kejam
Biarkan aku terus berfikir
Dan sang jawaban juga kejam
Biarkan aku tuk terus bertanya

Sang ketulusan juga kejam
Biarkan aku tuk memilikinya
Dan sang keegoisan juga kejam
Biarkan aku tuk tetap tulus

Sang takdir juga kejam
Menuntutku tuk sempurna
Dan sang kenyataan juga kejam
Biarkan aku memahami takdir

Satu hal yang membuat semua itu menjadi indah
Sekejam apapun semuanya
Selalu ada nilai kebaikan di situ
Saat keyakinan itu ada untuk terus memahami
Semoga yang kau harapkan kan datang
_cis_

_aku khan pahami dan hargai semua_

Kaki ini akan selalu berada menjejak di bumi

Artinya kemana pun aku mencoba berlari

Aku harus terus “hidup” bukan?!

Aku mau menghargai semua

Dan dalam pemahamanku ada maaf

Walau tak bersua dalam ikrar

Akan tetap berarti dan bermakna

Dan tak lupa ucapan “terima kasih”

Aku khan terus melangkah

Berharap khan sebuah ketakjuban

Dari senyum yang dihadirkan

Tanpa batas waktu dan alasan

Kan kugandeng sebuah tangan penjaga hati

Kupandang bunga kepercayaan

Tersenyum atas anugerah rasa tulus

Hingga nafas ini diputuskan_Nya

Tak akan kuputuskan permohonan

Kepada_Mu Sang Maha Berkehendak

Ijinkan aku memberikan nilai

Pada dunia bukan hanya tuk kami

Karena aku bukan hanya tuk aku

Aku ingin ada tuk mereka

Dulu, sekarang, dan biarkan

Biarkan sampai nanti

Jumat, 17 Oktober 2008

_tuk sang penikmat dari sang pejuang_


Kami dihadirkan di dunia dengan kesederhanaan

Dari situ kami diajarkan “menghargai” sebuah anugerah

Mungkin kami juga jauh dari sempurna,,,

Dari situ juga kami mencoba ‘belajar’ dan ‘tumbuh’

Tatanan dunia dan surgawi kalian terkadang menilai kami ‘cacat’

Tapi bukankah kami tak punya hak memilih terlahir,,,

Dan tak berkuasa atas takdir yang membentuk kami,,,

Jangan nilai seperti apa kami sekarang,,,

Nilailah bagaimana kami ‘percaya’, ‘berjuang’, dan ‘tumbuh’

Jujur kami pun tak meminta tuk dihargai,,,

Karena harga yang kalian ungkapkan kadang ‘menakjubkan’

Yang kami minta hanya “pahami” bagaimana kami “hidup”

_cis_

_Pagi 29 Juni 2008_

Selepas ‘shubuh’ kudidiamkan tubuhku di bangku taman,,,

Pagi yang paling “…” (maaf aku tak mampu menemukan kata yang tepat) selama perjalananku,,,

Kesejukan pagi tak mampu melepaskan sesakku,,,

Rindang dedaunan taman tak mampu meneduhkan galauku,,,

Kakiku baru terasa begitu lelah setelah tersadar,,

Semua kepingan cerita masih begitu lekat,,,

Kuhantam udara kosong di depanku,,,

Kuberdiri dan menengadah menanyakan pada Allah,,,

Apa misteri dibalik kehendak Beliau yang begitu mutlak,,,

Lantunan doa semalam mencoba melawan rasa sakit,,,

Namun perlawanan itu baru saja dimulai,,,

Dan aku tau itu tak akan selesai dengan cepat,,,

Aku tak mampu menghentikan “aku” yang terus bertanya,,,

Maafkan jiwaku dari aku sobat,,,,

Jiwa seakan tak lagi jenak bersemayam di tubuh ini,,,

Dan seandainya aku tau apa yang terjadi di keesokan harinya,,,

Mungkin lebih baik aku tak ada di pagi itu,,,

_cis_

Minggu, 05 Oktober 2008

_terima kasih_

Dalam waktuku yang tanpa pekat
Hadir warna baru dari sisi lain kehidupan
Kembali dihadirkan dalam bentuknya
Membuat penanyaan kembali pemahaman
Akan makna "pencarian hidup"

Akan selalu ada yang "lebih"
Akan selalu ada "keinginan"
Dan akan selalu ada "pelena"

Walau pun belum selesai
Dimana aku merangkai semua makna
Tak lupa kan ucapkan "terima kasih"

Alhamdulillah atas segala perbedaan
Yang memaknai semua ini
Dan kami kan tetap memohon
Ikhlaskan sebuah maaf
Berikan sebuah "pensederhanaan"
Dan cepatkan "sang waktu"

_cis_