Selepas ‘shubuh’ kudidiamkan tubuhku di bangku taman,,,
Pagi yang paling “…” (maaf aku tak mampu menemukan kata yang tepat) selama perjalananku,,,
Kesejukan pagi tak mampu melepaskan sesakku,,,
Rindang dedaunan taman tak mampu meneduhkan galauku,,,
Kakiku baru terasa begitu lelah setelah tersadar,,
Semua kepingan cerita masih begitu lekat,,,
Kuhantam udara kosong di depanku,,,
Kuberdiri dan menengadah menanyakan pada Allah,,,
Apa misteri dibalik kehendak Beliau yang begitu mutlak,,,
Lantunan doa semalam mencoba melawan rasa sakit,,,
Namun perlawanan itu baru saja dimulai,,,
Dan aku tau itu tak akan selesai dengan cepat,,,
Aku tak mampu menghentikan “aku” yang terus bertanya,,,
Maafkan jiwaku dari aku sobat,,,,
Jiwa seakan tak lagi jenak bersemayam di tubuh ini,,,
Dan seandainya aku tau apa yang terjadi di keesokan harinya,,,
Mungkin lebih baik aku tak ada di pagi itu,,,
_cis_
1 komentar:
hidup adalah proses yg panjang,, dan akan terus berjalan tanpa mengenal waktu,, jika hidup ini hanya diisi dgn kesedihan akibat sisa2 masa lalu alangkah bodohnya manusia,, hidup itu singkat kata orang (krn semua adalah misteri Illahi),, maka pergunakanlah dgn sebaik2nya... Tuhan memang pny bny misteri buat hambanya,tp cobalah pahami satu persatu apa yg telah terjadi pd diri manusia,, bukan terus mengeluh tidak mau menerima kondisi,, yang terbaik buat kita belum tentu terbaik menurut Allah, bagitu pula sebaliknya, apa yg seharusnya menurut Allah baik, kadang manusia tak mampu menerima dan memahami semua itu,,,
(^_^)
Posting Komentar