Sang waktu begitu kejamnya
Mengijinkan semua moment datang
Datang di saat aku sedang di atas
Dan datang saat aku sedang terjatuh
Sang pertanyaan juga kejam
Biarkan aku terus berfikir
Dan sang jawaban juga kejam
Biarkan aku tuk terus bertanya
Sang ketulusan juga kejam
Biarkan aku tuk memilikinya
Dan sang keegoisan juga kejam
Biarkan aku tuk tetap tulus
Sang takdir juga kejam
Menuntutku tuk sempurna
Dan sang kenyataan juga kejam
Biarkan aku memahami takdir
Satu hal yang membuat semua itu menjadi indah
Sekejam apapun semuanya
Selalu ada nilai kebaikan di situ
Saat keyakinan itu ada untuk terus memahami
Semoga yang kau harapkan kan datang
_cis_
3 komentar:
pengen tau cara belajar menjadi orang ikhlas...!
caranya gampang...!
1. list semua hal yang paling kamu sukai
seperti : sepatu, sendal, binatang peliharaan, uang, mahluk yang paling di cintai, pokoknya sesuatu yang paling di suka.
2. setelah melist semua yang di suka lalu barang2 itu di rangking dari no 1 ampe no ke sekian.
3. setelah di rangking baru kita akan memulai dan merasakan indahnya ke ikhlasan dengan cara. barang atau sesuatu yang sudah di rangking tadi kita hilangkan dari kehidupan kita seperti di kasih ke orang atau di jual atau di pinjemin ke orang atau di sodakohkan. sesuai dengan urutan rangking. dari rangking yang paling terkhir hingga yang pertama.
4. setelah barang itu hilang dari kehidupan. jika kita merasakan perih di hati, sedih, menyesal, gondok, kemudian mencaci maki, nangis dan merenung. itulah keindahan ikhlas.
5. ingatlah pada Allah setelah anda merasakan gejala no 4 itu semua. sadarlah bahwa itu semua bukan milik anda. tapi itu milik Allah.
6. rasakanlah kenikmatan yang tiada tara ketika kita sudah memasrahkan diri pada Nya.
selamat belajar ikhlas...!
takdir kejam??? kelihatannya memang iya, karena kita yang tidak bisa ikhlas. tapi seandainya tau dibalik takdir yang dirasa kejam,kita harusnya bersyukur. karena kita ditunjukkan kebenaran olehNya, sebelum semua berjalan terlalu jauh yang justru menyebabkan semakin dalam rasa sakit itu saat takdir ditunjukkan. tapi mengapa manusia kadang tidak mau berpikir sebaliknya? hati memang punya hak untuk memahami. tapi akal juga harus digunakan kan untuk menyeimbangkan emosi. sedih? wajar...tapi apakah selama hidup tidak mau menerima takdir yg sudah ditentukan sejak sebelum di lahirkan? ya udah, ke laut ajah deh sekarang!!! padahal nikmat Tuhan yg mana yg bisa kau ingkari?
maaf, saya ikut berkomentar.
Tapi lebih baik saya komentari cara penyampaian keluh kesah, pedih peri, gundah gelisah melalui beberapa baris yang disebut puisi ini ... Puis Sich
Sekali baca : retoris ... itu kesannya.
Dibaca lagi, yang ada hanya pengulangan-pengulangan.
Ngomong pengulangan bisa jadi cantik dalam puisi, tapi bisa juga jadi bumerang karena akhirnya malah bikin ruwet bin sumpek.
Kita harus bisa pelan memikirkan bagaimana menempatkan pengulangan itu.
frase : ... "juga kejam"
berulang di setiap bait, dan penempatannya masih sama, ada di awal dan di baris ketiga, karena penulis mendekat pada gaya kwartet (empat baris per bait)
bait kedua dan keempat jadi penjelas. Mirip gaya pantun yang ada sampiran dan isi.
Mas Cicis, anda bisa coba untuk sedikit menggubahnya menjadi lebih menggigit, caranya ... SETERAH ...
Thanks,
Posting Komentar